Lewati navigasi

semur-jengkol945

Oke sekarang kita akan bahas tentang apa itu sistem operasi open source. Menurut definisi perangkat lunak open source, sistem operasim open source adalah sistem operasi yang memberikan kebebasan kepada kita untuk membuka source code. Tidak seperti windows yang pada intinya adalah copyright. Ada perbedaan antara copyright dan copyleft. Copyright cenderung memonopoli, sedangkan copyleft dapat memberikan kebebasan kepada user untuk mengutak-atik perangkat lunak yang mereka dapat sesuai dengan apa yang mereka mau. Generasi copyleft secara langsung dapat mengurangi pembajakan terhadap software karena peluang pengembangan software dapat digalakkan secara besar-besaran. Selain itu sistem operasi open source legal untuk digunakan, open source, bebas diinstal ke semua komputer. Kita tidak perlu membayar untuk sebuah sistem operasi ini , mungkin cukup membayar biaya produksi CD/DVD sekitar 5-10 ribu. Download juga bisa.beda banget kan ama windows yang beraliran copyright?!

Sekarang apakah alasan utama kita tertarik dengan sistem operasi open source?

  • Harga sangat-sangat terjangkau
  • Bisa bebas eksperimen utak atik jeroan sistem
  • Menghindari produk bajakan
  • Fungsi yang ditawarkan ga kalah ama yang copyright

Sekarang pilih mana? Open source atau close source and copyright?pilih bayar atau gratisan?

Menilik kata sistem operasi open source, tentu kita uda kenal ama yang namanya linux. Aku jelasin dikit yaa tentang linux, kenapa sih linux saat ini bisa sukses di Indonesia?

linux-penguin-full1Kesuksesan Linux di Indonesia merupakan sinergi dari sekurangnya empat faktor yang akan diungkapkan berikut ini. Pertama, diperlukan provokator yang bertugas memperkenalkan sistem Linux melalui milis, seminar, dst. Yang bersangkutan ini tidak harus seorang pakar Linux atau pun terlibat langsung di lapangan. Provokasi ini akan berpengaruh positif terhadap opini masyarakat. Sebaliknya, sifat kepriyayian — seperti asyik bermain sendiri di menara gading — berpotensi sebagai faktor penghambat penyebaran Linux.

Kedua, pendekatan tidak cukup satu arah bottom up atau pun top down, namun harus ada timbal balik antara keduanya. Provokasi sehebat apa pun tidak akan bermanfaat, jika tidak ada “bahan bakar” (dukungan) yang cukup. Sebagai ilustrasi, masa inkubasi Linux di FUSILKOM UI mau pun di IndoInternet mendapat dukungan penuh baik dari pihak management mau pun dari para pengguna, termasuk partisipasi dari para mahasiswa. Harus juga disadari bahwa tidak semua gagasan akan sukses, dan tidak semua kejadian dapat diprediksi secara presisi sejak awal.

Ketiga, harus ada motivasi jelas dan kuat, dan bukan hanya sekedar retorika serta semboyan kosong. Linux menawarkan solusi murah meriah, yang mendapatkan sambutan positif dari para kelompok generasi muda yang pragmatis. Motivasi awal penggunaan Linux di UI semula hanya sebagai terminal X11 yang murah meriah, sedangkan di IndoInternet digunakan sebagai server internet (httpd, ftpd, dan smtpd) alternatif.

Terakhir, suasana dan event yang mendukung. Linux mulai marak pada tahun 1997 seiring dengan peningkatan kepopuleran internet di Indonesia (pra krismon). Inersia yang cukup akan membangkitkan reaksi rantai. Semakin banyak yang menggunakan Linux berarti semakin sedikit yang tidak menggunakan. Populasi pengguna linux yang banyak akan menarik pengguna yang lebih banyak lagi. KPLI yang muncuk dibentuk di sebuah kota dapat mendorong proses pembentukan KPLI di kota berikutnya. Selain itu, pengembangan Linux ini mendapat dukungan teknis secara gotong royong melalu milis.

Nah linux uda penuhin semua faktor yang uda kau sebutin di atas…makanya linuz bisa sukses om.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.